Mengenal Tensor, SoC baru besutan Google

Sebenarnya, apa sih SoC Tensor milik Google dan apa saja kelebihan SoC ini dari SoC lain? Yuk kita simak bersama!

Google baru saja membeberkan spesifikasi jajaran smartphone terbaru mereka, yakni Pixel 6. Dari beberapa bocoran tersebut, ada beberapa hal yang cukup menarik dari smartphone ini. Salah satu hal yang menarik adalah desainnya yang cukup unik.

Membawa desain baru memang sudah sewajarnya dilakukan produsen smartphone. Namun, ada hal yang tak kalah menarik dari desain Pixel 6. Hal tersebut adalah pengunaan SoC alias prosesor yang digunakan. Google dikabarkan akan menggunakan SoC buatan mereka, tidak seperti biasanya mereka menggunakan SoC milik Qualcomm.

Seperti diketahui, Google telah menggunakan SoC Qualcomm semenjak pertama kali meluncurkan perangkat Pixel pada 2016 silam hingga Pixel 5 yang diluncurkan tahun lalu. Prosesor yang digunakan pun merupakan prosesor flagship, kecuali Pixel 5 yang tidak menggunakan SoC Qualcomm 800 series.

Pada perangkat Pixel terbaru ini, Google memilih untuk menggunakan SoC in-house. Seperti diketahui, Google memang telah dikabarkan tengah mengembangkan SoC mereka sendiri selama beberapa tahun terakhir. Tapi, bocoran terkait dengan SoC tersebut tertutup sangat rapat.

Adalah Rick Osterloh, orang pertama yang mengumumkan kehadiran SoC Google terbaru secara resmi. Pria yang menjabat sebagai Senior Vice President, Devices & Services di Google tersebut memberikan sedikit insight terkait SoC terbaru mereka.

SoC tersebut pun mereka sebut sebagai Tensor. Ya, nama SoC ini sama dengan arsitektur GPU terbaru milik NVIDIA. Google mengambil nama ini dari salah satu proyek besar mereka, yakni TensorFlow.

TensorFlow sendiri merupakan sebuah proyek open-source untuk machine learning milik Google. Proyek ini sudah digunakan oleh berbagai pihak untuk berbagai kebutuhan. Dalam sebuah postingan blog terbaru yang ditulis oleh Rick, dia mengatakan bahwa SoC Tensor dibuat dengan mengedepankan apa yang pengguna ingin lakukan menggunakan smartphone mereka.

Tapi, dikarenakan keinginan satu orang dengan orang lain berbeda, akan sulit membuat sebuah SoC yang bisa melakukan berbagai macam hal sesuai keinginan pengguna. Namun, ajaibnya Google telah menemukan solusi untuk masalah tersebut. Mereka memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI; kecerdasan buatan) dan Machine Learning (ML) untuk mencapai hal tersebut. Mereka menjejali kedua hal tersebut ke SoC Tensor mereka.

“Ini bukan hanya tentang menambahkan lebih banyak sumber daya komputasi, ini tentang menggunakan ML tersebut untuk membuka pengalaman khusus bagi pengguna Pixel kami,” kata Rick.

Dia mengatakan, saat merancang SoC Tensor, mereka memikirkan setiap bagian chip dan menyesuaikannya untuk menjalankan model fotografi komputasional Google. Bagi pengguna, ini berarti fitur yang sama sekali baru, ditambah peningkatan pada teknologi yang sudah ada.

“Tensor memungkinkan kami membuat ponsel Google yang selalu kami impikan, ponsel yang terus menjadi lebih baik, sambil memanfaatkan bagian Google yang paling canggih, semuanya dalam pengalaman yang sangat dipersonalisasi,” ungkap Rick.

Artinya, SoC Tensor dapat berkembang menjadi lebih pintar karena didukung oleh AI dan ML untuk mempelajari perilaku para penggunanya. Sisi keamanan pun menjadi salah satu hal yang sangat diperhatikan oleh Google. Seperti diketahui, selama satu tahun terakhir ini, perusahaan mesin pencari terbesar asal Amerika tersebut terus mencari cara bagaimana mereka dapat mengamankan perangkat Android yang ada di pasaran, bukan hanya perangkat Pixel saja.

Tapi, secara khusus, untuk perangkat Pixel yang menggunakan Tensor, mereka akan mendapatkan sistem keamanan Titan M2. Mereka mengklaim, teknologi ini merupakan teknologi keamanan terbaik untuk smartphone Android saat ini.

Pengembangan SoC Tensor ini ternyata bukan sebuah hal yang baru. Sebab, Sundar Pichai mengatakan bahwa tim Google telah mengembangkan SoC ini dalam jangka waktu yang cukup lama.

Dalam sebuah postingan terbaru, pria yang menjabat sebagai CEO Google tersebut mengatakan bahwa pengembangan SoC Tensor telah berlangsung selama empat tahun terakhir ini. Memang, mengembangkan sesuatu dari nol bukan sebuah hal yang mudah.

Pichai pun sudah mengunggah sebuah foto dimana merupakan salah satu SoC Tensor milik mereka. Dia menyandingkan SoC tersebut dengan sebuah penjepit kertas. Bisa dilihat, ukuran SoC tersebut pun tergolong cukup kecil.

Di kesempatan yang lain, Rick mengatakan bahwa SoC ini dibangun dengan menggunakan chipset ARM. Mereka mengambil inspirasi dari Tensor Processing Unit (TPU) untuk membuat SoC tersebut.

Meski telah memperkenalkan SoC Tensor, Google masih malu-malu untuk memberikan spesifikasi lengkapnya. Mereka mengatakan, SoC ini akan diperkenalkan secara utuh saat Pixel 6 dan Pixel 6 XL resmi diluncurkan. Tapi, tidak menutup kemungkinan bagi Google untuk membagikan sedikit demi sedikit informasi terkait dengan SoC ini sampai hari itu datang.

Untungnya, Rick telah membicarakan sedikit mengenai apa yang dapat diharapkan pengguna dari SoC Tensor mereka. Salah satunya adalah optimasi smartphone untuk menggunakan RAM secara cepat.

Mereka mengatakan telah merekonstruksi arsitektur memori untuk memudahkan akses RAM. Ini sangat berguna untuk mempercepat smartphone pada saat proses manipulasi data ketika memproses gambar.

Google pun mengembangkan SoC ini secara spesifik untuk dua hal. Yang pertama adalah untuk meningkatkan kualitas gambar dan untuk pengenalan suara. Ya, kedua hal ini seperti dianggap dua hal yang paling sering digunakan oleh pengguna smartphone oleh Google.

Dengan Tensor, Google mengklaim perangkat Pixel 6 dapat melakukan hal-hal seperti mengambil gambar secara bersamaan dari dua sensor. Sensor utama ditugaskan untuk merekam pada eksposure normal dan sensor sudut lebar berjalan pada kecepatan rana yang jauh lebih cepat.

Tensor juga akan memungkinkan Google melakukan tugas komputasi intensif saat pengguna merekam video. “Tapi itu semua berubah dengan Tensor,” kata Rick. Satu hal yang dapat mereka jalankan adalah model HDRnet pada video, yang secara drastis meningkatkan kualitas dalam situasi sulit seperti saat kamera mengarah ke matahari.

Sementara untuk sisi pengenalan suara, dengan menggunakan SoC Tensor, Pixel 6 akan dapat lebih akurat mengenali apa yang diucapkan oleh penggunanya. Bahkan, dengan menggunakan SoC ini, pengguna akan dapat menggunakan aplikasi pencatatan dimana akan dapat merubah suara menjadi tulisan dengan akurasi yang sangat tinggi.

Uniknya lagi, pengguna akan dapat menggunakan kontrol suara untuk melakukan tugas-tugas umum seperti menghapus tulisan atau mengirim pesan. Ini akan sangat memudahkan keseharian para penggunanya.

Terakhir, ada beberapa fitur lain yang diungkapkan Rick di Pixel 6, seperti Live Caption with Translate serta desain Material You Android 12. Berkat Tensor, fitur Live Caption Android, yang menyediakan subtitle untuk apa pun yang diputar melalui sistem suara perangkat mereka.

Seperti diketahui, ini bukan kali pertama sebuah perusahaan teknologi membuat SoC mereka sendiri. Huawei misalnya, sudah memiliki SoC mereka sendiri bernama HiSilicon selama beberapa tahun.

Tak ketinggalan, Samsung pun juga sudah memiliki SoC mereka sendiri, yakni Exynos. Mereka menjual perangkat dengan SoC Qualcomm untuk wilayah Amerika dan beberapa negara lain, sementara versi Exynos dijual di negara Asia dan sekitarnya, seperti Indonesia dan lainnya.

Apple pun juga sudah memperkenalkan SoC in-house mereka sendiri yang bernama Apple A-series selama bertahun-tahun. Dan seperti diketahui, SoC ini memiliki performa yang sangat tinggi.

Jadi, dengan persaingan yang telah terjadi selama beberapa tahun belakangan ini, kita bisa berspekulasi bahwa SoC Tensor milik Google akan memiliki performa yang luar biasa. Apa lagi, Google memiliki tradisi untuk menyematkan SoC terbaik di smartphone besutan mereka.

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia