Perseverance gagal ambil sampel pertama di Mars

Pengambilan sampel batuan Mars pertama oleh Perseverance gagal dilakukan ketika tahap menyegel sampel di dalam tabung.

Rover Perseverance gagal mengumpulkan sampel pertama batuan Mars. Perintah ini diberikan kepada rover pada 6 Agustus lalu dari laboratorium NASA di Laboratorium Propulsi Jet (JPL), California. Namun, upaya pertama pengambilan sampel tidak berjalan sesuai rencana, di mana rover gagal menyegelnya ke dalam tabung yang disiapkan untuk dibawa kembali ke Bumi.

Seperti diketahui, mengumpulkan sampel dari Mars adalah misi utama Perseverance. Rover diminta untuk mengebor bebatuan di area kawah Jezero, di mana ia mengeksplorasi dan mengumpulkan sampel. Setiap sampel yang didapat akan dimasukkan dan disegel dalam wadah kedap udara yang disebut tabung sampel. Misi lanjutannya, tabung ini akan dibawa kembali ke Bumi untuk dianalisis.

Meskipun rover tidak berhasil mengumpulkan sampel kali ini, namun tim optimis untuk peluang yang akan datang, seperti dilaporkan oleh Digital Trends (9/8).

“Meskipun ini bukan ‘hole-in-one’ yang kami harapkan, selalu ada risiko dengan terobosan baru,” kata Thomas Zurbuchen, administrator asosiasi Direktorat Misi Sains NASA di Washington. “Saya yakin kami memiliki tim yang tepat untuk mengerjakan ini, dan kami akan bertahan menuju solusi untuk memastikan kesuksesan di masa depan.”

Perangkat keras yang bertugas mengambil sampel disebut Sampling and Caching System dan merupakan sistem kompleks yang terdiri dari 3.000 bagian untuk mengebor batuan, menangani sampel, dan menyimpannya. Data menunjukkan, bor dan mata bor rover sudah bekerja sesuai rencana dan tabung sampel diproses dengan benar. Tapi, terdapat kesalahan ketika memasukkan batu dari permukaan ke dalam tabung.

Manajer Proyek untuk misi Perseverance Jennifer Trosper mengatakan, kemungkinan masalah disebabkan oleh tabung kosong seperti yang terjadi selama coring. Kemungkinan kecil juga merujuk pada perangkat keras Sampling and Caching System.

“Selama beberapa hari ke depan, tim akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk menganalisis data yang kami miliki, dan juga memperoleh beberapa data diagnostik tambahan untuk mendukung pemahaman akar penyebab tabung kosong,” ujar Trosper.

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia