Cakap berdayakan guru lewat Teacher Academy

Cakap menghadirkan program Cakap Teacher Academy untuk memberikan pelatihan kepada guru-guru di Indonesia.

Platform pembelajaran bahasa digital, Cakap baru saja mengumumkan program barunya, yaitu Cakap Teacher Academy. Tomy Yunus selaku CEO dan Co-Founder Cakap menunjukkan, masih banyak pengajar yang memiliki kekurangan terhadap kemampuan bahasa dan komunikasinya. Maka dari itu, program ini bertujuan untuk memberdayakan para guru agar dapat menciptakan proses belajar yang lebih efektif, efisien dan lebih menyenangkan dengan peserta didik.

“Sejak pandemi berlangsung selama lebih dari satu tahun terakhir, kami mendapatkan banyak sekali minat dari para pengajar untuk bergabung mengajar di platform kami. Namun, harus kita akui, sayangnya dari hasil interview dan proses kurasi kami, terlihat masih ada gap yang cukup nyata, sehingga kami belum bisa mengakomodasi sebagian besar dari lamaran pekerja yang masuk ke platform Cakap,” kata Tomy.

Berdasarkan latar belakang tersebut, Cakap menginisiasi Cakap Teacher Academy untuk membantu para guru menjembatani masalah-masalah yang dapat terjadi karena kurangnya kemampuan bahasa dan teknis, khususnya selama mengajar online.

“Cakap Teacher Academy adalah satu komplit end-to-end, jadi terhubung antara pendidikan, pelatihan, dan juga industri. Sehingga para pendidik tidak hanya dilatih, tapi juga diberdayakan melalui training, soft development, dan juga nantinya akan ada kesempatan untuk mereka menjadi bagian dari Cakap, dan itu akan meningkatkan taraf hidup mereka. Dan Saya percaya meningkatkan taraf hidup ini bukan hanya dari segi ekonomi, tapi juga dari segi pengaruh manfaat yang diberikan bagi keseluruhan bangsa Indonesia,” kata Senior Educational Manager Cakap Yoshua Yanottama.

Cakap Teacher Academy membuka registrasi untuk batch pertama bertepatan pada Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus. Registrasi akan ditutup pada 30 Agustus dan dilanjutkan dengan screening berkas. Para pendaftar akan dikurasi dan hasilnya akan diumumkan pada 10 September. Pelatihan akan dilakukan selama 4 minggu, dari 13 September hingga 12 Oktober. Ini juga termasuk tes untuk rekrutmen sebagai pengajar Cakap, yang akan diproses pada 18 Oktober.

Menurut Staf Khusus Presiden RI dan Pendiri Yayasan Kitong Bisa Billy Mambrasar, Cakap Teacher Academy merupakan angin segar bagi para guru di Indonesia. Ia memaparkan, terdapat kesenjangan jumlah antara guru dengan peserta didik, di mana jumlah guru hanya 6% dari jumlah total siswa baik SD, SMP, SMA, dan SMK.

“Dengan adanya provider-provider seperti Cakap, jumlah guru bisa dibuat available untuk siapapun di manapun untuk mengakses pendidikan. Ditambah dengan program-program seperti Cakap Teacher Academy ini yang mampu membuat orang-orang dapat meraih program kompetensi. Apalagi yang di kampung kalau mau mengikuti bimbingan kompetensi aja mungkin harus travel 2×24 jam untuk sampai di kota,” ujar Billy. “Dengan adanya platform seperti ini mereka bisa sambil mengajar, sambil juga bisa mengikuti kompetensi dan semakin banyak orang-orang yang bisa mengakses kompetensi tersebut.”

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia