Lesu di negara maju, Huawei fokus ke negara berkembang

Fokus Huawei pada pasar negara berkembang ini tiba ketika AS mendesak berbagai negara untuk melarang merek tersebut dari jaringan nirkabel 5G.

Huawei Technologies mengalihkan fokusnya pada pasar negara berkembang untuk memperluas kehadirannya di luar Tiongkok. Operasi perusahaan di luar negara asalnya, pernah menyumbang sekitar 70% dari jumlah pendapatannya. Namun kemudian mendapat pukulan signifikan karena berbagai sanksi dari AS.

Awal tahun ini, Huawei membantu membangun data center (pusat data) di Senegal. Situs ini menelan biaya 70 juta euro (Rp1,2 triliun) yang dibangun melalui kelengkapan dari pemerintah Tiongkok dan infrastruktur telekomunikasi dari Huawei.

Dilansir dari Gizmochina (20/8), fokus Huawei pada pasar negara berkembang ini tiba ketika AS mendesak berbagai negara untuk melarang merek tersebut dari jaringan nirkabel 5G. AS mengutip kekhawatiran keamanan nasional terhadap perusahaan itu, terutama kepada pemerintah di Barat seperti Inggris dan negara-negara Eropa tertentu.

Meski demikian, Huawei masih memiliki kehadiran yang kuat di pasar negara berkembang seperti di Afrika dan kawasan Timur Tengah. Hingga saat ini, peralatan yang dibuat oleh perusahaan tersebut sekitar 20% hingga 30% lebih terjangkau daripada yang dibuat oleh pesaing Eropa seperti Ericsson dan Nokia. Selain itu, Huawei juga tidak menyerah untuk memperluas kehadirannya di negara maju, meskipun lebih fokus pada pasar negara berkembang.

Untuk diketahui, Huawei adalah pemain utama dalam industri telekomunikasi dan memasok peralatan jaringannya ke banyak negara di seluruh dunia. Pada 2020, diperkirakan Huawei telah memulai proyek kota pintar di lebih dari 700 kota di lebih dari 40 negara. Ini termasuk tempat seperti Dubai, di mana perusahaan terlibat dalam pembangunan infrastruktur 5G. Sementara itu, AS sedang berupaya menekan negara-negara yang lebih maju seperti Inggris, Jepang, dan Australia untuk mengecualikan Huawei dari infrastruktur 5G mereka.

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia