Elon Musk akui autopilot Tesla belum sempurna

Versi FSD Beta 9.2 saat ini, Tesla memungkinkan kendaraan listrik dalam beberapa situasi untuk secara otomatis mengontrol kemudi.

Beberapa waktu lalu, Elon Musk mengungkapkan kekagumannya pada versi software FSD saat ini. Pasalnya, itu memungkinkannya menggunakan mobil listrik Tesla miliknya sendiri dari rumah ke kantor dan sebaliknya, dengan hampir tanpa campur tangan pengemudi. Dia kemudian menyatakan bahwa menciptakan versi yang sepenuhnya otonom lebih sulit dari yang diperkirakan. Sekarang dia secara terbuka menyatakan ketidakpuasannya dengan versi beta terbaru dari software autopilot Tesla tersebut.

Software Full Self-Driving (FSD) pertama kali dikenalkan dalam versi beta pada penguji perusahaan dan sukarelawan pelanggan. Versi FSD Beta 9.2 saat ini, Tesla memungkinkan kendaraan listrik dalam beberapa situasi untuk secara otomatis mengontrol kemudi di lingkungan perkotaan dan mengatasi persimpangan. Namun Elon Musk di halaman Twitter-nya tiba-tiba mengkritik versi software tersebut. Menurutnya, masih jauh dari sempurna.

Dilansir dari Gizchina (25/8), di sisi lain CEO Tesla tersebut menambahkan bahwa tim spesialis sangat aktif dalam memperbaiki software FSD. Tugas utama sekarang adalah menyatukan kode program untuk mengendalikan mobil baik di jalan kota maupun di jalan tol. Meski demikian, ini membutuhkan banyak waktu untuk melatih kembali neural network, seperti yang dikatakan Elon Musk.

Pekan lalu, NHTSA, badan keselamatan jalan AS, meluncurkan penyelidikan atas 11 insiden yang melibatkan kendaraan listrik Tesla yang menewaskan satu orang dan melukai 17 lainnya. Dalam seluruh insiden, fungsi Active Driver Assistance telah terbukti digunakan sebelum tabrakan. Diyakini bahwa, setelah penyelidikan, Tesla dapat dikenai semacam pembatasan penggunaan fungsi-fungsi ini di jalan umum dalam keadaan mereka saat ini.

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia