Review ASUS ROG Zephyrus Duo 15, dua layar bikin produktif

ASUS ROG Zephyrus Duo 15 yang hadir dengan dua layar memang ditujukan untuk para gamer atau konten kreator, yang membutuhkan lebih banyak monitor dan laptop bertenaga.

Bagi seorang gamer, streamer, content creator, atau pekerja digital, setup dua layar merupakan sebuah kewajiban. Soalnya, dengan hadirnya layar kedua, tingkat produktivitas pun akan meningkat.

Kalau kasusnya di PC, memang mudah. Tinggal beli satu monitor tambahan, kita akan mendapatkan sebuah PC dengan dual monitor. Lantas, bagaimana dengan laptop? Rasanya kurang nyaman jika kita harus membawa monitor portable kemana-mana.

Tapi, ASUS memiliki sebuah solusi yang menarik. Melalui ROG Zephyrus Duo 15 SE GX551, mereka menghadirkan sebuah laptop bertenaga yang menggunakan dua layar plus dibekali CPU AMD Ryzen 7 5800H yang dipadukan dengan GPU NVIDIA GeForce RTX 3060.

Elegan bercampur gaming

Saya akan membahasnya mulai dari desain. Secara keseluruhan, laptop ini memiliki desain yang tak begitu berbeda dengan pendahulunya. Kesan simpel dan elegan, namun masih berteriak “gaming” masih menjadi bahasa desain dari laptop ini.

Semua bagian laptop berbalut kelir hitam yang dipadukan dengan sedikit aksen chrome di sana sini, yang salah satunya hadir sebagai logo ROG di bagian cover casing. Menurut saya, laptop ini masih layak dibawa saat rapat penting atau bertemu dengan klien penting.

Hal yang cukup mengejutkan saya adalah meski memiliki CPU dan GPU yang bertenaga, namun ukuran laptop ini masih sangat ringkas. Bahkan, ketebalannya pun mengesankan. Jadi, laptop ini masih nyaman untuk dibawa kemana-mana.

Port I/O di laptop ini juga cukup banyak, namun terpisah di tiga zona. Di sebelah kiri, kalian hanya akan mendapatkan satu SD Card reader, satu port pengisian daya, dan satu port combo headphone jack 3,5mm.

Sementara di bagian kanan terdapat dua buah USB 3.2 Type-A. Tak ketinggalan, terdapat juga sebuah USB 3.2 Type-C yang mendukung DisplayPort dan juga sudah mendukung power delivery.

Dan di bagian belakang kalian akan menemukan 1 port USB Type-A, sebuah port LAN Gigabit, dan sebuah HDMI.

Bagian pembuangan udara panas di laptop ini pun cukup banyak. Terdapat heatsink besar di bagian kiri kanan laptop, serta di bagian belakang yang terbelah menjadi dua sektor yang berbeda.

Sementara itu, untuk udara segar, laptop ini mengambilnya dari bagian bawah dan dari tempat dimana layar kedua laptop ini terangkat. Kita juga akan melihat sebuah speaker besar di lokasi yang tak berjauhan.

Layar dan speaker tanpa kompromi

Di bagian layar, kalian akan mendapatkan panel IPS berukuran 15,6 inci untuk layar utama. Sementara layar kedua menggunakan panel yang sama, namun hadir dengan fitur touchscreen 14,1 inci yang ASUS sebut sebagai ROG ScreenPad Plus.

Untuk layar utamanya, kalian akan mendapatkan resolusi Full HD (1920 x 1080 piksel). Kalian akan mendapatkan layar dengan akurasi warna 100% sRGB serta memiliki sertifikasi Pantone Validated, sehingga cocok untuk para desainer digital atau para content creator.

Sementara itu, untuk para gamer, ASUS menawarkan layar dengan refresh rate layar mencapai 300 Hz dengan response time mencapai 3ms. Layarnya dilapisi lapisan anti glare dan memiliki tingkat kecerahan hingga 340 nits.

Kalian pun akan disuguhkan bezel tipis di ketiga sisi layar laptop ini, yang berarti tidak ada kamera untuk kalian. Tapi, ASUS membundling webcam terpisah, ROG EYE GC21, yang juga memiliki microphone didalamnya.

Sedangkan untuk layar kedua alias ROG ScreenPad Plus, layarnya memiliki resolusi 1920×550 piksel dengan aspek rasio 32:9. Layar ini memiliki refresh rate 60 Hz, cakupan warna 100% sRGB dan tingkat kecerahan 400 nits, dan juga memiliki permukaan anti-glare.

Ada sedikit catatan saat menggunakan laptop ini saat kedua layar digunakan bersamaan. Entah mengapa, saat saya menggunakan kedua layar, layar utama dari ROG Zephyrus Duo 15 SE GX551 ini tidak dapat berjalan lebih dari 60Hz.

Sedangkan saat menonaktifkan layar kedua dari laptop ini secara menyeluruh, saay dapat menjalankan monitor utamanya di kecepatan 300Hz. Jadi, jika kalian ingin melakukan gaming sembari streaming, siap-siap layar utama kalian terkunci di 60Hz. Tapi, semoga saja masalah ini dapat segera teratasi melalui pembaruan software.

Beralih ke audio, ROG Zephyrus Duo 15 SE GX551 memiliki sistem audio empat speaker, dengan dukungan Stereo Audio by Dolby Atmos. Di bagian bawah kanan-kiri laptop terdapat 2 buah 4W Speaker dengan Smart Amp Technology. Lalu di bawah layar kedua terdapat speaker 2 W sebanyak 2 buah yang berfungsi sebagai Tweeter.

Pengalaman saya menggunakan laptop ini sangat menarik, karena saya harus menyesuaikan konfigurasi dua layar yang ada di ROG Zephyrus Duo 15 SE GX551. Saat menonton film, saya dimanjakan dengan visual yang menakjubkan.

Begitu juga saat saya menggunakan laptop ini untuk mengedit foto atau video, dimana reproduksi warnanya sangat baik. Dan saat bermain gim, layarnya sangat responsif dan memiliki refresh rate yang tinggi.

Dan untuk suara, suaranya kencang, dan tidak sember saat saya gunakan volume maksimal. Jadi, kalian dapat mengkonsumsi konten apapun dengan sangat nyaman di laptop ini.

Keyboard empuk, touchpad di posisi yang aneh

Satu hal yang harus dikorbankan oleh ASUS untuk memberikan layar kedua dalam layout keyboard yang aneh bin ajaib. Touchpad-nya berukuran mungil dan diposisikan di sebelah kanan keyboard.

Pengalaman penggunaan touchpad ini sangat tidak nyaman. Yah, walaupun saat saya alihkan menjadi numpad (ya, kalian wajib menggunakan mouse dan menjadikan touchpad tersebut sebagai numpad), fungsinya sangatlah besar.

Beralih ke keyboard, jujur pengalaman penggunaan sangatlah nyaman. Tuts-nya empuk, responsif, dan keycaps-nya cukup lebar dan berjauhan satu sama lain. Keyboardnya juga sudah mendukung RGB per-key, namun saya lebih nyaman untuk membuatnya menjadi satu warna, seperti merah atau biru statis.

Pastikan kalian menggunakan palm rest yang ada dalam paket penjualan jika kalian berencana menggunakan ROG Zephyrus Duo 15 SE GX551 dalam waktu yang lama. Sungguh, kalian akan merasakan pegal dan sakit di pergelangan tangan jika tidak menggunakannya.

Dan dikarenakan saluran buangan udara dari laptop ini berada di samping, saat melakukan sesi gaming yang lama, jempol tangan kanan kami tidak nyaman dikarenakan terkna buangan udara saat menggunakan mouse. Jadi, kalian juga perlu memperhatikan hal tersebut ya!

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia