Kecelakaan, Toyota tarik kendaraan otonom dari Paralimpiade

Toyota juga mengatakan bahwa kendaraan otonom telah disesuaikan untuk Paralimpiade, dengan kapasitas dapat menampung hingga 4 kursi roda.

Empat hari memasuki ajang Paralimpiade Tokyo, Toyota menarik kendaraan otonom bernama e-Palette dari acara tersebut setelah bertabrakan dengan pejalan kaki. Pabrikan otomotif itu membuat keputusan pada hari Jumat (27/8), sebagaimana dilaporkan oleh Reuters. Ini terjadi setelah salah satu kendaraan menabrak atlet tunanetra yang sedang berjalan di dekatnya.

Menurut pernyataan dari CEO Toyota, Akio Toyoda, kendaraan yang mengalami malfungsi tersebut telah berhenti di persimpangan dan hendak berbelok di bawah kendali manual dari operator di dalamnya ketika menabrak pejalan kaki dengan kecepatan 1 atau 2 km/jam. Dilansir dari Engadget (30/8), identitas atlet tersebut belum dirilis ke publik.

Toyota pertama kali mengumumkan rencananya untuk menggunakan e-Palette di Olimpiade tersebut pada Oktober 2019, sebelum pandemi Covid-19 memaksa penyelenggara ajang olahraga tersebut menundanya hingga tahun 2021. Rencananya adalah mengeluarkan armada 20 kendaraan, yang masing-masing dapat berjalan hingga 20 km/jam pada putaran yang sudah ditentukan. Khususnya, rencana itu juga memanggil petugas keselamatan manusia jika terjadi kesalahan.

Toyota juga mengatakan kendaraan otonom telah disesuaikan untuk Paralimpiade, dengan kapasitas dapat menampung hingga 4 kursi roda. Selain itu, Toyota menyesuaikan beberapa interior e-Palette untuk mengakomodasi penumpang yang buta warna.

Atlet yang tidak sengaja tertabrak tampaknya tidak terluka parah. Setelah menerima perawatan medis, atlet ini dilaporkan berjalan kembali ke penginapan.

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia