Huawei gandakan komponen Tiongkok di ponsel terbarunya

Perusahaan tersebut harus mengganti suku cadang buatan AS karena mereka dimasukkan ke dalam daftar hitam Entitas pemerintah AS.

Tampaknya Huawei Technologies telah meningkatkan penggunaan komponen buatan Tiongkok untuk ponsel terbaru mereka. Berita ini hadir ketika perusahaan ini menjauh dari suku cadang buatan Amerika Serikat karena sanksi AS.

Perusahaan asal Negeri Tirai Bambu tersebut telah menggandakan komponen Tiongkok di ponsel yang baru diluncurkan, sebagaimana dilaporkan oleh NikkeiAsia. Sekarang, perangkat Huawei menampung lebih dari 60% suku cadang yang dibuat di negara asalnya.

Dilansir dari Gizmochina (1/9), perusahaan tersebut harus mengganti suku cadang buatan AS karena mereka dimasukkan ke dalam daftar hitam Entitas pemerintah AS yang melarangnya menggunakan teknologi penting AS. Jadi sekarang, Huawei telah berupaya menggunakan komponen yang diproduksi secara lokal lebih banyak.

Nikkei bekerja dengan spesialis penelitian yang berbasis di Tokyo, Fomalhaut Techno Solutions, dan membongkar model Mate 40E. Ponsel ini berkemampuan 5G dan ditemukan menggunakan suku cadang buatan Tiongkok yang menyumbang 60% dari total nilai semua komponen. Dengan kata lain, ini sekitar dua kali liat dari pendahulunya, Mate 30.

Meskipun demikian, Huawei masih menggunakan semikonduktor inti tertentu seperti chipset buatan AS yang masih ada dalam inventarisnya. Namun, ini juga berarti bahwa perusahaan masih bergantung pada teknologi tersebut dan dapat menghadapi lebih lanjut karena situasinya saat ini.

Secara khusus, Fomalhaut menemukan bahwa sebagian besar peningkatan pangsa komponen buatan Tiongkok tiba saat Huawei menggunakan layar dari BOE Technology Group ketimbang panel Samsung Electronics. Layarnya saja menyumbang hampir 30% dari nilai keseluruhan ponsel. Bagian suku cadang Tiongkok lainnya termasuk saklar antena, chip kontrol daya, dan lainnya seperti sensor sidik jari dan baterai.

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia