Aplikasi untuk MacOS semakin sedikit

Dalam sebuah data terbaru, diketahui bahwa minat para pengembang untuk membuat aplikasi baru untuk perangkat MacOS semakin menurun.

Hampir setahun Apple melakukan transisi dari menggunakan prosesor Intel untuk perangkat Mac mereka ke prosesor M1 milik mereka sendiri. Penjualan dari perangkat tersebut pun terbilang cukup baik karena laptop ini menjanjikan performa yang sangat baik.

Namun, hal ini membuat para pengembang aplikasi merasa kewalahan. Sebab, seperti diketahui, terdapat perbedaan yang sangat besar antara prosesor Intel dan prosesor milik Apple tersebut.

Intel, seperti diketahui fokus dalam membuat prosesor berbasis x86. Sedangkan Apple menggunakan chipset berbasis ARM untuk membuat M1 mereka. Kedua teknologi ini bagai langit dan bumi.

Artinya, aplikasi berbasis MacOS lama yang dikoding didasarkan platform X86 tidak dapat berjalan secara native di chipset M1 Apple. Hal ini semakin diperparah karena dalam sebuah survei terbaru, para pengembang aplikasi tak tertarik untuk merombak aplikasi mereka, atau bahkan membuat aplikasi baru untuk OS tersebut.

Ubergizmo (1/9) melaporkan bahwa sebuah studi oleh App Figures mengungkapkan bahwa minat pengembang pada platform Mac mulai berkurang. Berdasarkan angka tersebut, rata-rata 343 aplikasi dikirimkan ke Mac App Store pada tahun 2021.

Dibandingkan tahun 2020, Mac App Store mendapatkan rata-rata sekitar 392 aplikasi sebulan. Tapi, kemungkinan jika Apple sudah benar-benar move on dari Intel, pengembang aplikasi akan mulai kembali membuat aplikasi baru.

Menariknya, beberapa aplikasi Mac juga dapat diunduh di luar Mac App Store, jadi mungkin minat untuk mengirimkan aplikasi baru ke App Store semakin berkurang, terutama karena Apple mengambil potongan 30% dari pengembang.

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia