Ini dia 7 fakta seputar smart TV

Selain memiliki sistem operasi, smart TV dapat terhubung ke jaringan internet dan kemampuan untuk menjalankan aplikasi yang diunduh dari toko aplikasi.

Menonton layanan streaming film lebih mengasyikan dinikmati via TV ketimbang ponsel. Tentu saja hal ini dikarenakan TV memiliki layar yang jauh lebih besar ketimbang ponsel. TV yang dapat melakukan streaming konten dari internet disebut TV pintar (smart TV).

Selain memiliki sistem operasi, smart TV dapat terhubung ke jaringan internet dan kemampuan untuk menjalankan aplikasi yang diunduh dari toko aplikasi. Sama seperti ponsel, spesifikasi smart TV juga berbeda-beda satu sama lain. Berikut fakta dari smart TV yang dilansir dari Tomsguide.com

1. Definisi smart TV

Seperti halnya ponsel dan perangkat rumah pintar, smart TV menawarkan konektivitas internet dan dukungan untuk berbagai aplikasi. Ini membuka dunia pilihan hiburan baru, mulai dari streaming video di aplikasi seperti YouTube, Netflix, dan Disney+ Hotstar hingga bermain gim, memeriksa media sosial, dan mengendalikan seluruh rumah dengan perangkat terhubung seperti Alexa atau Google Home.

2. Akses internet

Smart TV menggunakan jaringan internet di rumah untuk melakukan streaming film atau mengunduh aplikasi. Perangkat ini mengandalkan kabel Ethernet dan Wi-Fi terintegrasi untuk tetap terhubung. Sebagian besar TV saat ini mendukung Wi-Fi 802.11ac, tetapi model lama ada yang masih menggunakan standar 802.11n. Beberapa model baru juga mendukung standar Wi-Fi 6 terbaru.

3. Sistem operasi

Untuk menjalankan aplikasi dan sebagainya, salah satu yang diperlukan oleh smart TV adalah sistem operasi. Perlu diingat bahwa tidak semua sistem operasi smart TV dibuat sama. Beberapa produsen mengandalkan sistem operasi buatan sendiri untuk perangkatnya. Beberapa contoh di antaranya adalah smart TV Samsung menggunakan Tizen, Vizio menggunakan SmartCast, LG menggunakan webOS.

Ada pula yang menggunakan software sistem operasi pihak ketiga seperti Roku TV, Amazon Fire TV, Firefox OS. Sedangkan sistem operasi pihak ketiga paling populer saat ini adalah Android TV yang digunakan berbagai macam produsen seperti Sony, Sharp, Philips, Xiaomi, realme, dan masih banyak lagi.

4. Pembaruan software

Seluruh produsen smart TV terkemuka secara rutin mengeluarkan pembaruan untuk software produk mereka. Ini akan menambahkan fitur baru, meningkatkan fitur lama, memperbaiki bug, menghadirkan keamanan; sama seperti perangkat pintar lainnya.

Sebagian besar produsen TV menambahkan dan menyesuaikan aplikasi sendiri. Beberapa perusahaan TV lebih cepat daripada yang lain dalam memperbaiki bug sesekali atau bekerja dengan pengembang untuk mendapatkan aplikasi.

5. Kontrol suara

Hampir semua smart TV menambahkan asisten digital ke dalam sistem. Kontrol suara memungkinkan pengguna mencari konten dari TV langsung serta layanan streaming, dan menambahkan pencarian untuk segala hal mulai dari cuaca hingga berita terkini.

Fitur ini juga memungkinkan pengguna mengontrol perangkat rumah pintar seperti lampu dan perangkat pintar lain yang terhubung. Salah satu asisten digital yang ada di smart TV adalah Google Assistant yang terintegrasi dalam sistem operasi Android TV.

6. Browsing internet

Sebagian besar smart TV memungkinkan pengguna online, dan akan menyertakan browser web di antara aplikasi prainstal yang disertakan dengan perangkat TV. Browser ini mungkin tidak sama persis seperti browser web di komputer. Namun keduanya kompatibel dengan semua standar HTML yang digunakan situs web dan mampu mengonversi serta menampilkan situs tersebut dengan benar di layar besar TV.

7. Saluran lokal

Layanan dan fitur smart TV tidak memengaruhi kemampuan TV untuk mendapatkan stasiun lokal. Perangkat ini masih memiliki port antena terestrial agar pengguna dapat menghubungkannya ke antena TV standar. Cara mencari saluran TV lokal pun bisa dibilang sama seperti perangkat TV konvensional.

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia