Fakta menarik Shang-Chi yang ditunda hampir 20 tahun

Shang-Chi seharusnya sudah debut sejak 2001 dengan judul The Hands of Shang-Chi dan direncanakan masuk dalam fase 1 MCU.

Setelah 20 tahun, Marvel akhirnya membawa Shang-Chi ke layar lebar melalui Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings. Sebagai film seni bela diri pertama Marvel, Shang-Chi disambut baik atas keragaman dalam Marvel Cinematic Universe (MCU). Lalu, apa yang membuat studio membutuhkan puluhan tahun untuk mendebutkan karakter ini ke MCU?

Mungkin sulit untuk dipercaya, namun faktanya Shang-Chi sudah direncanakan sejak Fase Pertama MCU. Stan Lee, pencipta pahlawan super Marvel, menghabiskan bertahun-tahun dalam hidupnya untuk membujuk Hollywood membeli pahlawan super Marvel, termasuk Shang-Chi. Dan akhirnya pada 90-an dan awal 2000-an Marvel sukses di layar lebar dengan Blade, X-Men, dan Spider-Man terbukti menjadi hit besar.

Lalu pada 2001, sutradara Stephen Norrington mengajukan diri untuk menyutradarai film berjudul The Hands of Shang-Chi dengan Dreamworks. Sayangnya, proyek ini tidak pernah terjadi dan hak film dikembalikan kepada Marvel.

Tiga tahun kemudian, Marvel memutuskan untuk membuat film sendiri dengan modal pinjaman USD525 juta. Marvel saat itu benar-benar mempertaruhkan segalanya, dan pada 2015 mengumumkan jajaran 10 properti awal MCU: Ant-Man, The Avengers, Black Panther, Captain America, Cloak & Dagger, Doctor Strange, Hawkeye, Nick Fury, Power Pack, dan Shang-Chi. Namun hanya dua di antaranya yang menjadi bagian dari Fase 1. Meskipun semua akhirnya ditayangkan, namun Shang-Chi satu-satunya yang menjadi bagian dari Fase 4.

Dilansir dari ScreenRant (3/9), Shang-Chi sebenarnya hendak diperkenalkan pada adegan pasca kredit The Avengers (2012). Pada saat itu, Marvel berharap untuk masuk ke pasar Tiongkok, dan mereka mendekati perusahaan Tiongkok DMG Entertainment Motion Picture Group dengan ide untuk memproduksi beberapa film bersama. Tapi, Shang-Chi kembali dilupakan selama sembilan tahun.

“Menempatkan orang-orang Tiongkok dalam sebuah film secara keliru dianggap sebagai jaminan harga untuk masuk ke pasar Tiongkok yang menguntungkan,” kata presiden DMG Chris Fenton, ketika mengingat kembali praktik bisnis tersebut.

Tidak heran Hands of Shang-Chi gagal saat itu, mengingat Marvel berusaha membawa semua karakter ke selatan. Dalam artian, tidak satupun kesepakatan terjadi dengan mitra Asia. Selain itu, seni bela diri saat itu belum sepopuler sekarang dan mungkin rasisme masih sangat kental saat Marvel masih berusaha mendanai film sendiri.

Untungnya, Marvel kini sudah cukup percaya diri untuk menghadirkan karakter pahlawan utama Asia ke dalam MCU. Bintang Shang-Chi Simu Liu sendiri berharap ini dapat menjadi langkah awal masuknya Asia ke dalam waralaba besar tersebut.

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia