Review episode awal Hometown Cha-Cha, layak dilanjut?

Episode awal Hometown Cha-Cha menyajikan cerita tentang benturan budaya yang dihadapi Yoon Hye Jin ketika pindah ke pedesaan di Gongjing.

Drama Korea Hometown Cha-Cha belum lama ini tayang di Netflix dan saluran televisi Korea tvN. Dibintangi oleh dimple couple Shin Min Ah dan Kim Seon Ho, drama sudah sangat ditunggu-tunggu bagi penggemar drakor My Girlfriend is Gumiho (2010) dan Startup (2020).

Saat penayangan perdana pada 28 Agustus lalu, drama ini mendapatkan rating pemirsa yang menjanjikan di saluran televisi tvN. Menurut Nielsen Korea, episode pertama mencetak peringkat nasional rata-rata 6,8%, menempati posisi pertama dalam slot waktu di semua saluran kabel.

Pencapaiannya di posisi pertama ini bertahan hingga episode kedua yang mengudara pada 29 Agustus, dengan rating nasional rata-rata 6,7%. Meskipun turun 0,1%, tetapi Hometown Cha-Cha tetap menempati posisi pertama dalam slot waktu di semua saluran kabel, bahkan untuk episode kedua berturut-turut.

Disutradarai oleh Yoo Je Won, Hometown Cha-Cha merupakan drama romantis komedi yang berlatar di Gongjin, Korea Selatan. Drama mengambil lanskap pedesaan yang dikelilingi oleh laut dengan pantai landai serta kearifan lokal setempat yang masih kental. Masyarakatnya masih menjunjung tinggi tradisi leluhur.

Yoon Hye Jin (Shin Min Ah), seorang dokter gigi pindah dari Seoul ke Gongjin untuk membuka klinik gigi di sana. Di episode pertama dan kedua, alur masih menceritakan seputar bentrokan budaya yang dihadapi Hye Jin. Orang kota ini tidak mudah beradaptasi dengan masyarakat di Gongjin. Untungnya, Kepala Hong atau Hong Doo Shik (Kim Seon Ho) secara tidak sadar selalu membantu Hye Jin ketika kesusahan.

Tidak pernah salah memang membawa kelas pekerja di Korea Selatan dalam drakor. Kisah yang menitikberatkan pada kategori sosial tidak pernah gagal dalam drakor, seperti halnya Penthouse. Di Hometown Cha-Cha, penonton akan disuguhkan tentang permasalahan sosial, namun dalam lingkup yang kecil yakni pedesaan dan dibawa dengan cerita yang ringan.

Selain Hye Jin dan Doo Sik, orang-orang unik yang tinggal di desa itu juga merupakan bagian penting dalam cerita. Misalnya, nenek tiga serangkai yang diperankan oleh Kim Young-ok, Lee Yong-yi, dan Shin Shin-ae.yang selalu memberikan penonton wawasan bagaimana tradisi orang-orang zaman dahulu di Korea Selatan, khususnya Gongjin.

Selain konteks sosial, drama sepertinya juga mengangkat pesan bahwa setiap orang memiliki penyesalannya masing-masing di masa lampau. Ini terlihat pada intro episode dua, di mana narasi Hye Jin diikuti dengan adegan para karakter yang memiliki masalahnya masing-masing. Sebagai pemeran utama, Doo Sik adalah orang dengan latar belakang paling misterius.

Meskipun dia orang yang aktif terlibat langsung dengan masyarakat dan aktivitas di Gongjin, tapi aneh mengetahui lelaki itu punya banyak sertifikat ahli yang membuatnya memiliki banyak pekerjaan. Pasti ada sesuatu yang mendorong dia untuk melakukan semua itu, dan pastinya bukan perkara finansial.

Kepala Gong saat kecil bersama Kakek

Hometown Cha-Cha sejauh ini tidak fokus pada perekonomian tiap karakter, namun bagaimana mereka menjalankan kehidupan dengan bahagia. Doo Sik bahagia dengan selalu membantu orangtua di desa. Ini mungkin karena dia dibesarkan oleh kakeknya. Dia juga tampak tidak ada tekad untuk menjadi orang yang lebih sukses di Seoul. Sebab, dengan setumpuk sertifikat ahli yang dimiliki, setidaknya dia akan bertahan di ibu kota. Namun itu tadi, Doo Sik tampaknya punya alasan dan motivasi terbesar yang membuat masa mudanya akan ia habiskan di Gongjin.

Sejauh ini, drama belum menunjukkan genre romansa. Penulis tampaknya masih ingin membangun karakter dan kemistri lebih mendalam antara Hye Jin dan Doo Sik. Bisa ditebak, pasangan yang saling berbeda pandangan ini akhirnya akan saling jatuh cinta. Namun, klimaks cerita belum bisa dipastikan. Jadi, episode mendatang sepertinya layak ditunggu. Oh iya, Hometown Cha-Cha tayang di Netflix setiap hari Sabtu dan Minggu.

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia