AI Facebook dikecam setelah sebut pria kulit hitam

Artificial Intelligence dan rasisme adalah masalah penting dan utama yang harus dibenahi Facebook selama bertahun-tahun.

Pengguna Facebook sedang dihebohkan dengan sebuah video yang menampilkan pria kulit hitam dan dilabeli oleh sistem dengan teks “terus melihat video tentang Primata.” Label ini sontak membuat perusahaan dikecam banyak kelompok terkait rasisme.

Menurut laporan dari The New York Times (6/9), video diunggah pada Juni lalu oleh tabloid Inggris The Daily Mail. Video menunjukkan pria kulit hitam yang berselisih dengan petugas polisi kulit putih dan warga sipil. Setelah video berakhir, sebuah pesan otomatis muncul mengatakan, “Keep seeing videos about Primates.”

Facebook dalam pernyataannya belum lama ini menyebutkan AI mereka tidak sempurna. AI dan rasisme memang masalah terbesar yang harus dibenahi perusahaan. Sistem pengenalan wajah Facebook diketahui mengalami kesulitan mengidentifikasi orang kulit berwarna secara akurat, sehingga mereka berisiko dituduh melakukan kejahatan.

“Seperti yang telah kami katakan, sementara kami telah membuat peningkatan pada AI kami, kami tahu itu tidak sempurna, dan kami memiliki lebih banyak kemajuan untuk dibuat. Kami meminta maaf kepada siapapun yang mungkin telah melihat hal yang ofensif ini,” kata Facebook dalam sebuah pernyataan.

Awal tahun ini, Facebook, Twitter, dan media sosial lainnya juga dikritik karena gagal menghentikan kebencian anti-Asia di tengah pandemi. Platform juga dikecam pada Juli lalu karena tidak menutup pelecehan rasis setelah kekalahan Inggris di final Piala Eropa.

Di samping itu, Facebook pada Juli 2020 mengatakan sedang membentuk tim untuk memeriksa potensi bias rasial dalam algoritma dan produk yang digunakan oleh jejaring sosial, termasuk Instagram.

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia