Alasan Xiaomi blokir smartphone di area terlarang

Xiaomi telah mengatakan bahwa itu adalah bagian dari kebijakan ekspornya untuk mencegah akses ke pengguna yang membeli perangkat di wilayah terlarang tersebut.

Pekan lalu pengguna ponsel Xiaomi di beberapa negara tertentu seperti Kuba, Iran, Suriah, dan Sudan, diblokir untuk menggunakan ponsel mereka. Langkah ini bertujuan untuk membatasi kegiatan ilegal penjual yang menyelundupkan ponsel tersebut ke wilayah terlarang untuk menjualnya.

Xiaomi mengatakan hal tersebut merupakan adalah dari kebijakan ekspornya untuk mencegah akses ke pengguna yang membeli perangkat di wilayah terlarang tersebut. Perusahaan itu juga mengatakan, ini adalah bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung untuk menentukan apakah ponsel diselundupkan ke wilayah ilegal seperti Kuba, Suriah, Sudah, dan beberapa negara lain.

Dilansir dari Gizmochina (15/9), langkah itu dipandang sebagai tindakan anti penyelundupan yang bertujuan untuk mencegah pengecer menjual ponsel Xiaomi di wilayah terlarang yang telah ditentukan. Namun, konsumen yang membeli perangkat mereka di pasar legal dan menggunakannya di negara terlarang, sekarang diizinkan untuk terus menggunakan ponselnya.

Memang, di negara seperti Kuba dalam daftar negara terlarang, Xiaomi menyumbang hingga 15% dari ponsel aktif di negara ini. Pemutusan hubungan itu akan mengakibatkan gangguan pada sebagian besar populasi.

Xiaomi mengatakan penyelidikan yang sedang berlangsung telah mencapai hasil yang signifikan, meskipun tidak ada detail lebih lanjut mengenai kedalaman hasil yang dicapai. Keputusan untuk memulihkan akses ke pemilik sah ponsel Xiaomi di pasar ini mungkin menjadi jalan tengah, karena kebijakan ekspor perusahaan secara tegas melarang penggunaan ponsel di luar pasar legal.

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia