Jangan Keburu Sinis! Cari Tahu Dulu Beberapa Fakta Tentang Childfree

pexels.com

Fenomena childfree belakangan ini sukses mengundang banyak atensi dan reaksi beragam. Childfree sendiri adalah sebuah pilihan hidup seseorang atau pasangan untuk tidak memiliki anak, bahkan setelah mereka menikah. Konsep ini sebenarnya juga diperuntukan bagi mereka yang tidak ingin melahirkan, mengadopsi, dan merawat anak. Sebagian orang setuju dengan konsep hidup tanpa anak; sebagian menentang keras.

Memang tidak bisa dipungkiri jika fenomena childfree ini sedikit banyak bertentangan dengan nilai-nilai adat ketimuran yang sudah dipegang teguh sejak dulu. Fenomena untuk hidup tanpa ingin memiliki anak sendiri sudah sejak lama eksis di berbagai negara maju. Namun, fenomena childfree belakangan menunjukkan eksistensinya di tanah air lewat beberapa publik figur yang terang-terangan mengungkapkan keinginannya untuk tidak memiliki anak meskipun sudah menikah. Lantas seperti apa sih fakta di balikfenomena childfree ini? Yuk kepoin selanjutnya!

1. 1. Beragam alasan kenapa orang memilih childfree



pexels.com

Beragam alasan mendasari keinginan seseorang maupun pasangan yang sudah menikah untuk memilih bebas dari anak atau childfree, diantaranya otoritas tubuh, isu feminis, masalah lingkungan, finansial, dan psikologi seseorang. Mereka yang memilih untuk childfree ini rerata beranggapan bahwa memiliki anak tentunya akan berdampak pada outcome yang jauh lebih besar. Beberapa yang berpendapat bahwa memiliki anak akan menambah beban pada masalah lingkungan di kemudian hari. Selain itu, alasan otoritas tubuh yakni wanita, yang memiliki hak atas tubuhnya; apakah ia ingin mengandung dan melahirkan atau tidak adalah atas keinginannya.



2. 2. Beberapa publik figur yang lantang menyuarakan childfree



herstory.co.id

Fenomena childfree di Indonesia belakangan ini makin populer salah satunya dikarenakan beberapa publik figur seperti Cinta Laura, Gita Savitri, dan chef Juna terang-terangan mengakui bahwa mereka mendukung fenomena childfree. Cinta Laura meyakini bahwa populasi manusia saat ini “over capacity” yang mana sudah terlalu banyak manusia dan bisa menjadikannya masalah lingkungan di kemudian hari.

Ia meyakini bahwa mengadopsi anak terlantar bisa jadi opsi yang lebih baik daripada menambah jumlah populasi. Sementara, chef Juna meyakini bahwa memiliki anak adalah keuputusan seorang istri, apakah Ia ingin mengandung dan melahirkan atau tidak.

3. 3. Tekanan sosial yang kerap muncul dari memilih childfree



pexels.com

Tidak bisa dipungkiri bahwa tekanan sosial pastinya akan muncul saat seseorang lantang memilih untuk tidak memiliki keturunan. Mulai dari tekanan pasangan yang tidak sependapat, tekanan keluarga besar, hingga tekanan dari luar. Tidak mudah pastinya memilih untuk hidup dengan konsep yang berbeda dari orang kebanyakan, apalagi hal ini masih menjadi pro-kontra dan dinilai sensitif.

4. 4. Sebuah keputusan yang kerap dicap egois dan melawan kodrat wanita



pexels.com

Wanita memang dianugerahi kelebihan untuk bereproduksi. Dan seperti mahluk hidup lainnya, wanita juga memiliki hak untuk memilih jalan hidupnya sendiri. Beberapa wanita memilih untuk tidak ingin memiliki keturunan. Namun, sayangnya keputusan tersebut kerap kali dicap egois dan melawan kodrat.

Seseorang terlebih wanita yang memilih untuk childfree kerap mendapatkan intimidasi dari orang-orang di sekitarnya, terlebih di Indonesia, keputusan untuk tidak memiliki anak masih dianggap tabu. Mereka yang terang-terangan mengumumkan ini tentu akan mudah mendapatkan sindiran hinggai bullying verbal.

5. 5. Kondisi yang memungkinan seseorang disarankan untuk tidak memiliki anak



pexels.com

Di tengah kontroversi yang muncul atas fenomena childfree ini, ternyata, ada loh hal yang memang membuat seseorang disarankan untuk tidak memiliki keturunan, yakni:

– Ketika seseorang memiliki masalah kejiwaan dan mental yang parah atau depresi berat.

– Trauma masa lalu yang parah.

– Kondisi kesehatan yang mengancam jiwa jika seorang wanita mengandung dan melahirkan.

6. 6. Risiko penyakit yang bisa timbul karena tidak melahirkan dan tidak menyusui



pexels.com

Kalau sebelumnya, kondisi medis seseorang yang disarankan untuk tidak memiliki keturunan bisa membuat seseorang memilih childfree; sekarang sebaliknya, risiko penyakitpun mengintai di balik keputusan childfree. Hal ini diungkapkan oleh dr. Hasto Wardoyo Sp.OG (k), yang menyatakan bahwa wanita yang tidak pernah mengandung dan melahirkan memiliki risiko besar terkena tumor dan kanker rahim.

Serta wanita yang tidak pernah menyusui, memiliki risiko besar terkena kanker payudara. Maka dari itu, perlu untuk rutin memeriksakan kondisi rahim dan menjaga kesehatannya.

7. 7. Childfree adalah keputusan yang harus disetujui dan didukung bersama



pexels.com

Keputusan untuk tidak memiliki anak haruslah disetujui dan didukung bersama terlebih pasangan yang sudah menikah. Perlu komitmen yang kuat untuk mengambil keputusan besar, termasuk membicarakan bilamana di kemudian hari ternyata pasangannya mengandung. Jangan sampai karena ketidak-konsistenan salah stau pasangan pada akhirnya membuat rumah tangga jadi goyah.

Terlepas dari pro-kontra fenomena childfree, keputusan untuk tidak memiliki keturuan sejatinya adalah hak seseorang untuk kehidupannya sendiri. Wajib bagi kita untuk menghormati keputusan besar yang dibuat seseorang jika itu memang sesuatu yang baik bagi dirinya. Jadi, jangan mudah menghakimi ya!


IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia