Setelah Huawei, Honor terancam diblokir AS

Honor berada di bawah pengawasan AS, dengan kecurigaan bahwa mereka tetap menjadi bagian dari Huawei.

Blokade AS terhadap Huawei adalah alasan utama perusahaan menjual unit ponsel Honor tahun lalu. Pasalnya, pembatasan AS menyebabkan penurunan besar-besaran dalam kekayaan perusahaan. Huawei lantas mencari beberapa opsi untuk tetap bertahan termasuk disertifikasi model bisnis intinya dan melepaskan beberapa unit bisnisnya. Menjual merek Honor tampak seperti ide yang sempurna karena Huawei telah mengalami kenaikan dalam kekayaannya sementara Honor juga memiliki lintasan pertumbuhan yang positif.

Namun Honor berada di bawah pengawasan AS, dengan kecurigaan bahwa mereka tetap menjadi bagian dari Huawei. Pekan lalu, personel di empat agensi AS terpecah mengenai apakah akan menempatkan Honor di daftar entitas Departemen Perdagangan AS, yang akan membatasi transfer teknologi dari perusahaan AS ke Honor tanpa lisensi tersurat dari Departemen Perdagangan itu. Masih ada kekurangan konsensus di antara agensi tentang apakah Honor, mantan unit bisnis Huawei, menjadi ancaman signifikan bagi keamanan nasional AS.

Dilansir dari Gizmochina (22/9), sumber dalam telah mengisyaratkan bahwa Pentagon dan Departemen Energi mendukung untuk menempatkan Honor dalam daftar hitam, sementara Departemen Perdagangan dan Luar Negeri menentang langkah tersebut.

Ini bukan pertama kalinya berita tentang kemungkinan daftar hitam Honor disuarakan. Baru-baru ini, beberapa anggota Dewan dari Partai Republik juga memperdebatkan gagasan untuk memperpanjang larangan Huawei ke Honor. Ada kecurigaan yang berkembang terutama di area politik AS bahwa Honor tetap menjadi embel-embel Huawei. Dengan demikian, ada pertimbangan politik dan ekonomi yang digabungkan dengan pertimbangan keamanan nasional yang kritis.

Huawei terus menyangkal hubungan dengan pemerintah Tiongkok, begitu juga Honor. Perusahaan ini berada di jalur agresif dalam penyebaran dan pengembangan teknologi 5G ketika tiba-tiba terkena daftar hitam AS, yang mengarah ke penurunan kekayaan sejak 2019.

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia