NASA umumkan misi Mars Sample Return

Mars Sample Return adalah misi membawa pulang sampel dari Mars ke Bumi yang saat ini sedang dikembangkan oleh NASA dan ESA.

NASA dan Badan Antariksa Eropa (ESA) sedang mengerjakan jadwal multi-misi untuk membawa sampel-sampel dari Mars ke Bumi. Sebelumnya, rover Perseverance dikabarkan berhasil mengangkut sampel batuan pertama ke dalam tabung yang dibawa, untuk selanjutnya dianalisis di Bumi.

Misi yang dijuluki “Mars Sample Return” kini masih dalam pengembangan, tetapi NASA dan ESA sudah memperhitungkan masalah logistik yang akan mereka hadapi saat membawa sampel ini kembali ke Bumi.

Seperti yang dijelaskan dalam unggahan baru di situs web NASA Jet Propulsion Lab, Mars Sample Return membutuhkan banyak misi, yakni mengirim pengorbit, pendarat, dan bahkan penjelajah atau rover baru ke Mars.

NASA menjelaskan, misi ini membutuhkan rover baru untuk mengambil sampel dari Perseverance, kemudian dimuat ke ujung roket oleh lengan robot. Dari sana, sampel akan diangkut ke pengorbit, di mana mereka akan dikemas dengan aman untuk perjalanan kembali ke Bumi. Dengan menganalisis sampel-sampel ini, para ilmuwan akan memiliki akses ke teknologi laboratorium yang tidak mungkin dikirim ke Mars.

Tentu saja ini tidak sesederhana mengemas sampel dalam botol. NASA harus memastikan sampel tersebut tidak terkontaminasi dalam perjalanan pulang dan tidak akan mencemari apapun saat sampel tiba di Bumi.

Salah satu eksperimen yang sedang NASA coba untuk mencari solusi ini adalah melibatkan pengemasan sampel ke dalam botol titanium dan kemudian menyegelnya dengan proses yang disebut mamatri, dimana logam dilebut untuk merekatkan tutup ke botol dan mensterilkan debu yang terperangkap di sambungan.

“Di antara tantangan teknis terbesar kami saat ini adalah beberapa inci dari logam yang meleleh pada sekitar 1.000 derajat Fahrenheit (atau 538 derajat Celcius) kami harus menjaga sampel Mars yang luar biasa ini di bawah suhu terpanas yang mungkin mereka alami di Mars, yaitu sekitar 86 derajat Celcius,” kata Brendan Feehan, salah satu insinyur sistem yang mengerjakan misi ini.

Apa yang dilakukan NASA saat ini dapat membuka jalan untuk mengembalikan sampel dari semua jenis benda langit di tata surya. Meski demikian, akan membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum NASA siap mengembalikan sampel tersebut ke Bumi.

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia