Apa itu WiFi Direct? Ini penjelasannya

Wi-Fi Direct adalah koneksi yang memungkinkan komunikasi antar perangkat, menghubungkan perangkat bersama-sama tanpa jaringan terpusat di dekatnya.

Para pengguna smartphone atau perangkat elektronik lainnya tentu sering melihat kata “WiFi Direct” di bagian koneksi nirkabel. Namun, tidak semuanya tahu apa itu WiFi Direct dan fungsinya. Lantas apa itu WiFi Direct? Simak artikel ini sampai habis, untuk mengetahui lebih detail tentang WiFi Direct.

Wi-Fi Direct adalah koneksi yang memungkinkan komunikasi antar perangkat, menghubungkan perangkat bersama-sama tanpa jaringan terpusat di dekatnya. Satu perangkat bertindak sebagai titik akses, dan perangkat lain menghubungkannya menggunakan protokol keamanan Wi-Fi Protected Setup (WPS) dan Wi-Fi Protected Access (WPA/WPA2). Standar ini dikembangkan dan dimasukkan ke dalam perangkat pada awal 2000-an.

Sekilas, teknologi ini memang mirip Bluetooth. Tapi, ada beberapa perbedaan penting. Salah satu yang paling penting adalah WiFi Direct dapat menangani lebih banyak informasi dengan kecepatan lebih tinggi daripada Bluetooth – kecepatannya sekitar 10x lipat dalam kondisi optimal.

Kemampuan ini menjadikan WiFi Direct sebagai pilihan tepat saat koneksi peer-to-peer diperlukan untuk mengirim konten yang menguras banyak data, seperti gambar atau video beresolusi tinggi, atau saat jaringan WiFi sedang tidak aktif.

Salah satu keuntungan paling signifikan dari WiFi Direct adalah serbaguna tanpa menggunakan jaringan WiFi sebagai perantara perangkat. Beberapa perangkat dapat terhubung satu sama lain dan berbagi dokumen penting tanpa khawatir soal keamanan dan proses waktunya.

Jaringan yang menawarkan WiFi Direct biasanya dimulai dengan nama “DIRECT” di awalnya, lalu diikuti oleh nama atau nomor produk.

WiFi Direct sudah tersedia di perangkat Android sejak Android 2.3 dan perangkat Apple sejak iOS 7. Namun, Apple memasarkan fitur tersebut dengan namanya sendiri, yakni AirDrop dan AirPlay.

Untuk terkoneksi dengan WiFi Direct, beberapa perangkat mungkin akan meminta untuk memindai kode QR. Beberapa juga meminta PIN numerik atau menekan tombol fisik tertentu untuk memulai koneksi. Seiring berjalannya waktu, karena keamanan yang semakin ketat, kini banyak perangkat menggunakan kombinasi teknik di atas dan sedikit yang dapat terhubung secara otomatis.

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia