Yahoo setop layanan di Tiongkok

Yahoo bergabung dengan perusahaan teknologi lainnya yang keluar dari Tiongkok, di antaranya LinkedIn dari Microsoft dan Fortnite dari Epic Games.

Yahoo secara resmi keluar dari Tiongkok dan menutup layanan yang tersisa dari negara tersebut per 1 November 2021. Langkah bisnis ini tidak mengejutkan, mengingat Yahoo selama beberapa tahun terakhir menutup akses layanan berita dan email di Tiongkok secara perlahan.

Dilansir dari SlashGear (3/11), Yahoo yang pernah menjadi pemain utama dalam industri teknologi kini mulai terlupakan. Sudah jarang orang yang menggunakan apalagi membuat akun email Yahoo baru, sejak Gmail, alternatif yang lebih populer hadir. Perusahaan sebelumnya dibeli oleh Verizon, yang baru-baru ini menjualnya ke Apollo Global Management.

Di samping itu, Tiongkok yang bukan merupakan pasar ramah bagi bisnis asing telah membuat banyak perubahan drastis pada peraturannya selama beberapa bulan terakhir. Peraturan baru ini mempersulit perusahaan teknologi dan gim di negara tersebut.

September lalu, Microsoft mengungkapkan rencananya untuk menutup layanan LinkedIn di Tiongkok karena peningkatan persyaratan yang harus dipatuhi dan lingkungan operasi yang jauh lebih menantang. Sebaliknya, Microsoft akan merilis platform serupa yang khusus untuk ekosistem negara tersebut, dengan menghapus semua aspek sosial yang ada di LinkedIn.

Di luar industri teknologi, pemerintah Tiongkok juga membatasi kaum muda dalam bermain gim selama seminggu dan akhir pekan. Ini melengkapi aturan sebelumnya yang mengatur ketat jenis konten yang diizinkan dalam permainan dan apakah mereka dapat dimonetisasi. Mungkin hal tersebut juga yang membuat Epic Games menghentikan layanan Fortnite dari Tiongkok akhir bulan ini.

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia