FBI dapat akses data WhatsApp & iMessage

WhatsApp, iMessage, dan Line menawarkan konten pesan “terbatas” atas permintaan hukum dari FBI melalui surat perintah penggeledahan.

Sebuah dokumen FBI yang dinyatakan bocor diketahui berisi data dari dua aplikasi perpesanan instan, WhatsApp dan iMessage. FBI atau yang menyandang nama lengkap Federal Bureau of Investigation merupakan layanan pemerintah berbasis intelijen dan keamanan domestik di Amerika Serikat.

Menurut laporan dari Rolling Stone yang dikutip dari Gizmochina (2/12), dokumen tersebut mengungkapkan bahwa WhatsApp Meta dan iMessage Apple memberikan informasi paling banyak kepada FBI, yang dapat memperolehnya secara ilegal dari aplikasi pesan apapun.

Tidak hanya WhatsApp dan iMessage, dokumen tersebut juga mencakup data dari Line yang menawarkan konten pesan “terbatas” atas permintaan hukum dari FBI. Sementara platform seperti Signal, Telegram, Threema, Viber, WeChat, dan Wickr tidak mengungkapkan konten pesan apapun.

Pesan terbatas ini diketahui hanya membagikan catatan pelanggan atas dasar permintaan pengadilan. Dengan kata lain, FBI dapat mengambil data alamat dari target dan kontak mereka jika memiliki surat perintah penggeledahan.

FBI juga dapat melacak sumber dan tujuan pesan yang dikirim dari aplikasi. Artinya, jika pengguna menyimpan informasi kontak target, maka pengguna tersebut juga akan diintai oleh FBI.

Bahkan lebih buruk lagi bagi iMessage, organisasi pemerintah tersebut dapat mengakses pesan yang dicadangkan ke iCloud. FBI memiliki akses ke konten pesan yang disimpan di iCloud apabila memiliki surat penggeledahan. Kemudian, Apple akan memberikan kunci enkripsi iCloud kepada mereka.

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia