Bus listrik BYD punya baterai khusus, tahan 300 km

Bus listrik ultra-panjang BYD ADL Enviro200EV XLB menggabungkan teknologi baterai lithium besi fosfat dari BYD.

Perusahaan otomotif asal Tiongkok BYD baru-baru ini bekerja sama dengan produsen bus Inggris Alexander Dennis (ADL) untuk memulai produksi bus listrik. Perusahaan patungan tersebut kini telah mengumumkan bahwa gelombang pertama bus yang dikenal bus listrik ultra-panjang BYD ADL Enviro200EV XLB telah sepenuhnya dirakit secara lokal di Selandia baru. Bus itu dibuat untuk diserahkan ke operator bus Selandia Baru Howick & Eastern Transdev untuk dioperasikan dalam waktu dekat.

Bus listrik ultra-panjang BYD ADL Enviro200EV XLB menggabungkan teknologi baterai lithium besi fosfat dari BYD, teknologi sasis daya, serta kustomisasi mobil penumpang profesional dari ADL dan Kiwi Bus Builders. Selain sasis, semua komponen lain yang dipasang di bus dikatakan dipasok oleh BYD.

Dilansir dari Gizmochina (18/12), bus listrik tersebut memiliki panjang 12,6 meter. Ini cukup untuk menampung hingga 75 penumpang. Baterainya dikatakan mampu bertahan hingga 300 km, yang bisa memenuhi kebutuhan operasi sehari-hari.

Manajer umum Kiwi Bus Builders mengungkapkan kekaguman perusahaan karena dapat menyelesaikan perakitan kendaraan listrik itu. Dia mencatat bahwa proses manufaktur telah memberikan pemahaman yang jelas kepada perusahaan mengenai bagaimana bus listrik ini digunakan untuk mencapai tujuan nol-emisi pemerintah.

Saat ini, BYD telah mendapatkan pelanggan di banyak negara termasuk Jepang, Korea Selatan, Singapura, Australia, India, dan lainnya di kawasan Asia-Pasifik. Secara global, bisnis BYD telah menyebar ke lebih dari 300 kota di lebih dari 50 negara dan wilayah.

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia