Review anti-spoiler Spider-Man: No Way Home

Moviegoers akhirnya dapat merasakan kembali perasaan yang sama ketika mereka menonton Avengers: Endgame di bioskop.

Waktu yang ditunggu telah tiba, film paling menjanjikan dalam jajaran fase 4 Marvel Cinematic Universe akhirnya tayang di bioskop Indonesia pada 15 Desember lalu. Moviegoers akhirnya dapat merasakan kembali perasaan yang sama ketika mereka menonton Avengers: Endgame di bioskop. Yap, itu adalah ungkapan yang mungkin dapat menggambarkan kesuksesan Spider-Man: No Way Home.

Disutradarai oleh John Watts dan screenplay oleh Chris McKenna dan Eric Sommers, No Way Home berhasil memenuhi ekspektasi para penggemar. Cerita dimulai ketika identitas Peter Parker sebagai Spider-Man diketahui oleh publik dan melahirkan dua kubu penggemar pahlawan tituler dan Mysterio.

Untuk meredakan kekacauan tersebut, Parker menemui Doctor Strange (Benedict Cumberbatch) dan meminta mantra untuk menghapus ingatan semua orang tentang dirinya. Sayang, mantra tersebut menjadi berantakan dan membuka gerbang multiverse, menyambut para villain dari alam semesta lain datang ke film ketiga Spider-Man MCU ini.

Seperti yang sudah ditampilkan dalam trailer, para penjahat dari film versi Sam Raimi dan Marc Webb muncul, di antaranya Green Goblin, Doc Ock, Electro, Sandman, dan Wizard. Beruntung, film dapat konsisten dengan alur utama dan tidak memecah fokus cerita. Meskipun setiap karakter di atas memiliki cerita masing-masing, namun perpaduan mereka cukup epik dalam mengembangkan alur cerita.

Bisa dibilang, No Way Home adalah film terbaik di antara waralaba Spider-Man lainnya. Film ini memiliki warna yang lebih gelap, dengan karakter Peter Parker yang kini dipaksa untuk lebih dewasa daripada di Homecoming dan Far from Home. Parker harus menghadapi akibat dari apa yang telah diperbuat sendirian, tanpa mentor ataupun bantuan rekan Avengers. Ya, memang ada Doctor Strange, tapi perlu diketahui kalau Strange tidak memiliki banyak screen time di film ini. Kehadirannya juga bukan sebagai mentor Parker, layaknya Tony Stark.

Parker harus melakukan banyak hal yang belum pernah ia lakukan. Semua keputusan ada di tangannya. Desakan ini membuat Peter Parker menjadi pahlawan tokoh utama yang sesungguhnya, bukan lagi Spider-Boy tapi the real Spider-Man. Dari sini kita bisa lihat bagaimana Marvel mulai memperjelas posisi Spider-Man dalam Avengers.

Terlepas dari itu, penggemar yang sudah menantikan hubungan manis antara Peter dan MJ (Zendaya) akan sangat terpuaskan di film ini. Keduanya menampilkan kemistri yang sangat nyata, ditambah dengan gaya pacaran anak SMA yang mungkin Watts arahkan. Seperti bergandengan tangan selama masuk sekolah dan telponan sebelum tidur.

Tidak lupa juga, Ned (Jacob Batalon) sahabat Peter dan MJ. Ia memiliki peran yang sedikit penting di klimaks film. Sebab, ternyata Ned bisa membuka portal seperti Doctor Strange. Ia menjadi dalang utama atas kericuhan bahagia para penonton di bioskop (Bagi Sahabat Tek yang sudah nonton, pasti paham maksudnya). Ah, intinya trio ini tidak bisa dilepaskan.

Di samping itu, kembalinya Willem Dafoe ke layar kaca Spider-Man merupakan momen bersejarah, sebab terakhir kali ia muncul di Spider-Man 3 tahun 2007 silam. Dia merupakan villain utama dalam No Way Home, berbeda dengan Doc Ock (Alfred Molina) yang tidak disangka membantu para Spider-Man melumpuhkan Electro. Sayang, dari sisi pengambilan gambar, kehadiran Dafoe pertama kali dalam film kurang terasa eksklusif.

No Way Home benar-benar dikemas sebagai pelengkap dari film-film sebelumnya yang menggantung dan menunjukkan sisi lain dari Peter Parker versi Holland yang belum pernah terlihat sebelumnya. Film ini sangat seimbang dan runtut, dengan membawa nada ringan ke momen yang lebih berat secara emosional, menjadikannya film terbaik MCU dalam fase 4.

Watts juga menawarkan lebih banyak aksi dalam film ini dengan efek visual yang menakjubkan dari Chris Waegner. Masih banyak yang ingin diungkapkan tentang betapa amazed-nya perasaan ketika menonton Spider-Man: No Way Home. Tapi masih sangat dini untuk membicarakan detail-detailnya, mengingat tulisan ini naik 3 hari setelah rilis perdana film di bioskop.

Jadi, sebaiknya Sahabat Tek tonton dan buktikan sendiri di bioskop-bioskop kesayangan kalian. Perlu diingat, karena Sony masih memegang hak distribusi konten-konten Spider-Man, kemungkinan No Way Home tidak akan rilis di Disney+ seperti dua film pendahulunya.

Kabar baik juga bagi penggemar, Presiden Marvel Studios Kevin Feige baru saja mengonfirmasi Spider-Man 4 sedang dalam tahap pengembangan aktif oleh Marvel, Amy Pascal, Sony, dan Disney.

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia