Jumlah gamer di Asia terus meningkat

Dalam sebuah laporan terbaru yang dilakukan Niko Partners, jumlah gamer di Asia-10 akan terus meningkat.

Sepanjang tahun 2021 ini, jumlah gamer disebut terus meningkat. Bahkan di Asia sendiri, pertumbuhan gamer yang dicatatkan oleh Niko Partners berada di angka yang cukup mengesankan.

Mereka mencatat bahwa gamer di pasar Asia-10 akan terus bertumbuh hingga lima tahun ke depan. Dan bahkan, mereka memperkirakan bahwa potensi gamer gabungan (pc dan mobile) akan mencapai 940,9 juta pada 2025.

Niko Partners mendefinisikan pasar Asia-10 sebagai Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, Chinese Taipei, Jepang, Korea. Ke-10 negara memiliki peningkatan gamer yang cukup fantastis.

Tapi, dalam siaran pers yang diterima redaksi Tek.id (19/12), bahwa pasar gaming di India merupakan yang tercepat. Hal ini wajar mengingat India memiliki jumlah penduduk yang sangat benar dan penetrasi smartphone yang sangat besar.

Mereka mengatakan bahwa jumlah gamer mobile di Asia-10 selama 2021 mencapai 714,9 juta. Tentu saja, hal ini merupakan jumlah yang cukup besar untuk hanya 10 negara digabungkan.

Dan untuk jumlah uang yang akan dihabiskan gamer, ternyata Niko Partners sudah memiliki perdiksi tersendiri. Mereka mengatakan gamer akan menghasilkan hingga USD41,8 miliar untuk gim seluler dan PC pada tahun 2025 menatang.

Penelitian Niko Partners sebelumnya telah mengindikasikan bahwa pasar Asia akan melihat beberapa bentuk pertumbuhan dalam beberapa tahun ke depan. Pasar untuk cloud gaming diduga akan meningkat tiga kali lipat, tumbuh menjadi sekitar 500 juta pengguna pada tahun 2025. Demikian juga industri esports Asia yang akan terus berkembang.

Menurut laporan, Jepang dan Korea menyumbang 80% dari pasar regional, meskipun Thailand menjadi pasar miliaran dolar pada tahun 2020. India, Indonesia, dan Vietnam diproyeksikan akan menembus angka miliaran dolar pada tahun 2025.

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia