Apple jual ponsel 5G terbanyak di Q3 2021

Apple hanya menyumbang 25% dari semua pengiriman ponsel 5G global pada Q3 2021. 75% lainnya semuanya berasal dari produsen ponsel Android.

5G selalu disebut-sebut sebagai masa depan komunikasi nirkabel, dengan kecepatan yang diklaim 10 kali lebih tinggi dari 4G. Sementara itu juara dari perlombaan pengiriman ponsel 5G global pada Q3 tahun 2021 adalah Apple, sebagaimana laporan dari Strategy Analytics.

Dilansir dari Gizmochina (23/12), tidak mengherankan bahwa perusahaan tersebut mengirimkan ponsel 5G paling banyak pada Q3 2021 karena baru saja merilis seri iPhone 13 berbasis 5G yang populer dan baru pada September 2021, serta menawarkan potongan harga USD100 untuk flagship 5G-nya di tahun lalu, iPhone 12. Kedua faktor ini mendorong penjualan iPhone serta mendorong pengiriman ponsel 5G untuk Apple.

Namun, Apple hanya menyumbang 25% dari semua pengiriman ponsel 5G global pada Q3 2021. 75% lainnya semuanya berasal dari produsen ponsel Android. Perusahaan yang memuncaki grafik Android adalah Xiaomi, karena Xiaomi merilis banyak perangkat 5G akhir-akhir ini dengan seri Poco F3 dan seri Mi 11T, dan perangkat 5G entry-level dengan Poco M3 Pro 5G, serta Redmi Note 10 5G. Namun dibandingkan dengan performa Q3 tahun lalu Xiaomi, performa Q3 2021-nya terhenti karena persaingan yang lebih ketat.

Pesaing terbesar adalah Samsung, runner-up pengiriman ponsel Android 5G global. Dibantu oleh Galaxy Z Flip3 dan Fold3 yang dirilis pada bulan Agustus, dan jajaran ponsel seri A yang terus berkembang, Samsung telah melakukan banyak hal untuk membuat yakin tidak tertinggal dari para pesaingnya. Pada Q3 2021, Samsung telah menjembatani kesenjangan menyalip Xiaomi dalam pengiriman ponsel 5G global dan jika tren ini berlanjut, Samsung dapat menyalip Xiaomi segera setelah kuartal berikutnya.

Adapun pertumbuhan pengiriman ponsel 5G global, merek tercepat yang mengalami pertumbuhan di pasar saat ini adalah Honor, dengan pertumbuhan kuartal-ke-kuartal 194%. Honor dijual oleh Huawei ke konsorsium teknologi Tiongkok pada awal 2021, karena perusahaan induk sebelumnya, Huawei menghadapi masalah kekurangan dari pemasoknya, termasuk TSMC yang memproduksi chip Kirin dan Google yang menyediakan akses ke Google Mobile Service.

Terlepas dari banyak tantangan yang dihadapi Honor, perusahaan ini kembali ke industri ponsel dengan seri Honor 50. Seri ponsel ini akan mengisi celah flagship yang ditinggalkan Huawei karena mengusung Magic UI yang sangat mirip EMUI. Selain itu, Honor 50 juga dilengkapi dengan chipset Qualcomm 5G dibandingkan dengan flagship Huawei saat ini yang hanya dapat diperoleh dengan chipset Qualcomm 4G. Bagian terpenting yang mendorong pertumbuhan penjualan Honor secara global di luar Tiongkok tidak diragukan lagi adalah kembalinya aplikasi Google Play Service di ponsel Honor karena tidak lagi menjadi bagian dari Huawei, sehingga tidak terpengaruh oleh sanksi AS terhadap Huawei.

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia