Intel wajibkan karyawan vaksin sebelum 2022

Intel mewajibkan karyawannya untuk melakukan vaksin jika tidak ingin diberikan hukuman cuti tak dibayar.

Pada akhir 2021 ini, perusahaan di Amerika Serikat (AS) sedang gencar untuk memastikan karyawan melakukan vaksin. Hal ini dikarenakan peraturan baru yang dikeluarkan oleh presiden Amerika, Joe Biden baru-baru ini.

Dia mengatakan, semua perusahaan yang memiliki karyawan lebih dari 100 orang diharuskan melakukan vaksin hingga batas yang ditentukan. Untuk meningkatkan jumlah vaksinasi pegawai, berbagai perusahaan memutar otak untuk mendorong karyawannya melakukan vaksinasi.

Pihak Intel mengatakan bahwa setiap karyawan yang tidak divaksinasi akan dihukum dengan cukup berat. Sementara mereka yang memiliki kondisi tertentu harus mengajukan surat resmi sebelum 4 Januari, seperti lapor The Verge (23/12).

Selain itu, bos HR Intel, Christy Pambianchi mengatakan perusahaan juga memberlakukan wajib vaksin bagi mereka yang memutuskan untuk bekerja di rumah. Dan mereka yang tidak melakukan vaksin, wajib melakukan tes satu minggu sekali.

Jika mereka yang belum divaksin tidak dapat mengajukan surat pengantar, maka mereka akan dihukum dengan cuti tak dibayar selama setidaknya tiga bulan. Meski demikian, pihak Intel tidak akan memecat karyawan tersebut. Dan bahkan, mereka juga masih akan memberikan manfaat kesehatan bagi para karyawan yang mendapatkan cuti tak dibayar tersebut.

Selain Intel, Google juga mulai menindak karyawan yang tidak vaksin. Jika karyawan mereka tidak melakukan vaksin, maka perusahaan terpaksa menempatkan mereka pada cuti administratif 30. Jika mereka masih belum divaksinasi setelah 30 hari habis, mereka dapat dikenakan cuti yang tidak dibayar dan bahkan penghentian.

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia