Waspada! Malware ancam pembajak film Spider-Man

Peneliti keamanan menemukan malware di berbagai versi bajakan dari Spider-Man: No Way Home. ReasonLabs menemukan malware yang digunakan untuk menambang cryptocurrency.

Spider-Man: No Way Home saat ini menjadi film yang paling dibicarakan oleh semua orang. Ini karena film tersebut menjadi salah satu film yang paling dinantikan oleh para penggemar sepanjang 2021.

Dalam berbagai laporan, film ini menjadi film pertama yang meraup lebih dari USD1 miliar di box office selama era pandemi. Marvel mengatakan film ini akan menjadi film eksklusif bioskop, setidaknya untuk selama beberapa waktu ini.

Namun, dikarenakan varian baru dari pandemi sedang menyebar luas, kebanyakan orang tidak dapat pergi ke bioskop dan menontonnya. Oleh karena itu, banyak pengguna internet yang mengunduh versi bajakan dari film ini.

Dan jika kalian salah satu orang yang sedang mencari versi bajakan dari film ini, sebaiknya kalian berhenti melakukannya. Sebab, peneliti keamanan menemukan malware di berbagai versi bajakan dari Spider-Man: No Way Home.

Tom’s Hardware (29/12) melaporkan ReasonLabs telah menemukan malware yang digunakan untuk menambang cryptocurrency Monero dalam file bernama “spiderman_net_putidomoi.torrent.exe”, yang merupakan bahasa Rusia dari film tersebut.

Para pengguna internet yang tak waspada akan mengira mereka akan mengunduh film tersebut dari situs web torrent Rusia. Dan ternyata, mereka akan kedatangan tamu yang tidak diharapkan.

Malware ini diduga berasal dari proyek open source SilentXMRMiner yang dapat diunduh siapa saja dari GitHub. Proyek ini menawarkan antarmuka titik yang memungkinkan distributor malware wannabe untuk membuat penambang baru yang kompatibel dengan banyak cryptocurrency tanpa banyak usaha dari mereka.

ReasonLabs mengatakan bahwa setelah diinstal, malware ini secara otomatis menambahkan pengecualian ke Windows Defender untuk melancarkan aktivitas mereka. Lalu, secara otomatis para peretas menjalankan SilentXMRMiner di perangkat korban.

“Meskipun malware ini tidak membahayakan informasi pribadi, kerusakan yang ditimbulkan oleh penambang dapat dilihat pada tagihan listrik pengguna. Selain itu, karena digunakan untuk menambang, pengguna akan dapat merusak komponen, seperti CPU dan GPU,” kata para peneliti di ReasonLabs.

Menariknya, malware ini tidak dapat diatasi oleh antivirus biasa. Bukan satu varian dari malware ini saja, jadi jika memang antivirus bisa mendeteksi salah satu di antaranya, masih ada puluhan varian lain yang tersebar di internet.

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia